Objek Wisata Jam Gadang Kota Bukittinggi, Tempat Liburan Elegan dan Terjangkau. Cek Faktanya !!!

Menarainfo, Bukittinggi – Jam gadang Kota Bukittinggi dibangun tanpa menggunakan besi penyangga dan adukan semen, campurannya hanya pasir putih, kapur, dan putih telur.

Jam Gadang selesai dibangun tahun 1926, sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Fort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi) pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Yazid Rajo Mangkuto, sedangkan peletakan batu pertama dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang pada saat itu masih berusia 6 tahun.

Jam Gadang kemudian dijadikan sebagai penanda dan titik nol Kota Bukittinggi. Biaya yang digunakan untuk membangun Jam Gadang sebesar 3.000 gulden pada saat itu.

Jam Gadang merupakan sebutan menara yang di keempat sisinya ada jam besar, dengan diameter masing-masing 80 cm. Jam Gadang ini terletak di pusat kota Bukittinggi, sehingga akses nya mudah dijangkau.

Baca Juga :  Peran Prof.Mr Mohammad Yamin Dalam Perumusan Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945

Jam Gadang berada di tanah seluas (13 x 4) meter, dengan tinggi bangunan 26 meter.

Jam tersebut didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda melalui  pelabuhan Teluk Bayur dan digerakkan secara mekanik oleh mesin yang hanya dibuat 2 unit di dunia, yaitu Jam Gadang itu sendiri dan Big Ben di London,  Inggris.

Related posts