Tidak Ada Hari Ibu : Hari Ibu Setiap Hari

*Idul Saputra, S.E

Jumat, 22 Desember 2023 | Opini
Tidak Ada Hari Ibu : Hari Ibu Setiap Hari
Ilustrasi foto ibu menggendong anaknya dengan bahagia di tepi pantai

Secara nasional ditetapkan hari ibu pada setiap 22 Desember —setahun sekali. Hari di mana setiap anak merayakan dan memberikan ucapan selamat dan terima kasih kepada ibunya. Di berbagai media sosial berseliweran poster atau status ucapan hari itu. Dimunculkan foto bersama ibu dengan soundtrack melow harmonis —seakan  menggambarkan sebuah kebaktian pada sang ibu.

Padahal ironisnya, sering kali sebagian besar banyak yang tidak patuh pada ibunya. Tidak sedikit yang berani membantah ucapannya. Bahkan menghardik mengundang air mata, tersayat hati terluka diri. 

Belum terhapus story wa atau insta story ucapan selamat, sudah ada yang berani menolak perintah mencuci piring dari ibunya, sudah tak mau mencarikan dan memasang gas elpiji yang akan digunakan ibu untuk menggoreng.

Sudah mengeluh merawat ibu yang terbaring sakit. Sudah tak mau mengajak mengobrol ibu yang sudah terganggu pendengarannya.

Walaupun sebenarnya sah saja pengucapan itu, namun alangkah baiknya ibu itu dimuliakan setiap saat karena jasa dan pengorbanannya yang luar biasa.

 Lupakan kita bagaimana susahnya ibu mengandung membawa calon anaknya kemana ia pergi. Tidakkah ingat berapa darah yang harus dikeluarkan untuk melahirkan anak ke dunia. Rengekan tangis di tengah malam yang membuat ibu tak bisa tidur nyenyak. Kotoran yang dibersihkan dengan keikhlasan.

Bayangkan betapa hampanya sebuah rumah ketika ibu tidak ada di sana, rasa ada cahaya yang hilang. Mana kala  ibu sakit dan terbaring betapa  hebohnya orang di rumah. Tak ada senyum dan candaan di ruang tamu. 

Bahkan saat ibu sedang tak enak hati —marah dan cemberut – semua anggota keluarga tak ada yang berani bicara, semua ikut murung dan tak berbahagia. Setiap kali anak pulang bermain atau pulang dari perantauan orang yang pertama kali dicari adalah sosok seorang ibu.

Maka saya mengamini hari ibu adalah setiap hari yang mesti memuliakan bidadari tak bersayap itu. Memuliakan orang yang paling tulus sayangnya. Bukan sayang hanya sebatas penghangat media sosial. Semoga kita semua adalah  anak yang benar berbakti pada orang tua.

(Doel)

*Tenaga Pendidik - Relawan Sosial Kemanusiaan -Pegiat Literasi

Heri Tito Rinaldi, SH, M. Kn
Dinas Pendidikan  Wilayah 1 Sumbar
Bagikan:
Ketum PJS Mahmud Marhaba
Ilustrasi foto

Pembunuh Sadis

Tajuk Rencana - 20 April 2024

Oleh: Langkahsuok

Pabukoan asli Minang, gulai ayam , agar sarikayo, perkedel...

Maanta Pabukoaan

Artikel - 23 Maret 2024

Oleh: Yopi Herdiansyah

Foto penulis: Hendri,SHI.,M.Si

Kapan 1 Ramadhan 1445 H ?

Opini - 11 Maret 2024

Oleh: Hendri, SHI.,M.Si