Tanggap Darurat Bencana Tahap II, Warga Masih Membutuhkan Bantuan

Rabu, 29 Mei 2024, 07:29 WIB | News | Kab. Agam
Tanggap Darurat Bencana Tahap II, Warga Masih Membutuhkan Bantuan
PMI menyalurkan bantuan berupa alat-alat kebersihan untuk warga dan instansi masyarakat, seperti sekolah, mesjid, dan mushalla

Agam (29/5/2024) - Prioritas Tanggap Darurat Bencana (TDB) Tahap II di Kabupaten Agam, PMI Provinsi Sumatera Barat bantu pelayanan air bersih, pelayanan kesehatan, asessment, trauma healing, posko pasien, dan pendistribusian bantuan.

TDB Tahap II dilanjutkan PMI Sumatera Barat selama 14 hari ke depan, mulai tanggal 26/5/2024 s/d 08/6/2024, dengan Posko PMI Sumatera Barat di Galuang, Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Ahmad Jais selaku Koordinator Lapangan PMI Sumatera Barat, sekaligus Kepala Markas PMI Kota Bukittinggi, di Posko bencana PMI Sumatera Barat, di Jorong Galuang, Selasa (28/5/2024) mengatakan, PMI Sumatera Barat dalam menangani warga terdampak bencana pasca banjir bandang lahar dingin menitik beratkan terhadap pemulihan kehidupan mereka.

Trauma healing dilakukan PMI terutama untuk anak-anak terdampak bencana alam banjir bandang lahar dingin Kabupaten Agam
Trauma healing dilakukan PMI terutama untuk anak-anak terdampak bencana alam banjir bandang lahar dingin Kabupaten Agam

"Fokus PMI Sumatera Barat terhadap warga terdampak bencana banjir bandang dan lahar dingin di Kabupaten Agam Tahap II ini, konsen terhadap dampak bencana ini terhadap kehidupan masyarakat ke depannya," jelas Ahmad Jais.

"14 hari pertama bencana, masyarakat belum merasakan sakit, karena masih berjuang menyelamatkan keluarganya, membersihkan rumahnya, menyelamatkan aset-asetnya, dan lain sebagainya," lanjut Ahmad Jais.

Dampak bencana ini akan dirasakan masyarakat pada saat 14 hari berikutnya, setelah rumah warga sudah bersih, korban sudah ditemukan, dievakuasi, dan diselamatkan, baru warga akan merasakan sakit, efek dari bencana, karena bakteri, virus dan lainnya.

Setiap hari relawan PMI melakukan briefieng untuk lebih mengoptimalkan pekerjaan yang dilakukan terhadap warga terdampak bencana
Setiap hari relawan PMI melakukan briefieng untuk lebih mengoptimalkan pekerjaan yang dilakukan terhadap warga terdampak bencana

"Di sini PMI melakukan pelayanan kesehatan masyarakat, membuka posko-posko kesehatan yang diperlukan," papar Ahmad Jais.

"Data asessment terus dilakukan PMI dengan memperbaharui data setiap hari nya, bagaimana dampak bencana banjir bandang lahar dingin ini terhadap penghasilan warga terdampak bencana, yang biasanya bekerja sebagai petani, sawahnya sudah tidak ada, kebunnya sudah rata dengan tanah, rumahnya rusak berat, stok kebutuhan pokok menipis, kekurangan air bersih, dan hal lainnya, itu kita dapatkan dari data asessment lapangan PMI," urai Ahmad Jais.

Ahmad Jais menjelaskan dengan detail, bahwa bantuan yang diberikan ke masyarakat dilakukan berdasarkan data asessmemt relawan PMI di lapangan, yang diperbaharui setiap harinya, sehingga tepat sasaran, bukan mengira-ngira, tapi berdasarkan data asessment.

"14 hari ke depan ini, perjuangan PMI, perjuangan masyarakat Sumatera Barat, dan donatur masih sangat berat, masyarakat akan lebih membutuhkan bantuan lagi untuk keberlangsungan kehidupannya pasca bencana ini," lebih lanjut Ahmad Jais menjelaskan.

Chairunnas sebagai Ketua Pengarah Bencana Banjir Bandang Lahar Dingin Kabupaten Agam juga membenarkan, 14 hari ke depan ini perjuangan PMI dan masyarakat peduli bencana masih berat, masih membutuhkan fokus lebih, agar warga terdampak bencana bisa pulih kembali kehidupannya seperti sediakala, sebelum terjadinya bencana.

Asril

Penulis: Adjurama Gustijah
Editor: Adjurama Gustijah
Sumber: Posko Bencana PMI Sumatera Barat

Bagikan: