Mahasiswa UIN Sjech M. Djamil Djambek Melakukan Aksi Tanggap Bencana di Bukik Batabuah

Senin, 13 Mei 2024, 02:14 WIB | News | Kab. Agam
Mahasiswa UIN Sjech M. Djamil Djambek Melakukan Aksi Tanggap Bencana di Bukik Batabuah
Mahasiswa UIN. Sjech M. Djamil Djambek melakukan tanggap bencana di Bukik Batabuah, Kabupaten Agam

Agam (13/5/2024) - Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi (SMDD) gelar aksi tanggap bencana alam di Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, Minggu, (12/5/2024).

Pelaksanaan Aksi tanggap bencana mahasiswa UIN SMDD merupakan bentuk rasa peduli sosial yang dimiliki sekumpulan Mahasiswa yang ingin ikut serta dalam membantu korban bencana yang terjadi di Bukik Batabuah. Persiapan memberikan bantuan dirancang dengan titik kumpul dikampus UIN SMDD, Kemudian dilanjutkan langsung ke lapangan tempat terjadinya bencana.

Pemberian bantuan dilakukan dalam bentuk bantuan logistic berupa air minum dan makanan, untuk korban bencana juga petugas yang ikut serta membantu korban, serta relawan lainnya.

Selain memberikan bantuan logistic, Mahasiswa juga memberikan bantuan tenaga seperti membantu membawa dan mengangkat barang-barang warga dan bantuan lainnya.

"Bantuan dari kami Mahasiswa UIN SMDD Bukittinggi, saat ini berupa bantuan logistic, serta turun ke lapangan untuk melihat kondisi secara langsung warga yang terdampak bencana. Memetakan kebutuhan apa saja yang diperlukan masyarakat saat ini," ujar Darwansyah, Presiden Mahasiswa UIN SMDD Bukittinggi.

"Selain itu, kami juga membantu dalam bentuk tenaga, seperti mengangkat barang-barang masyarakat, dan hal lainnya yang bisa kami berikan," kata Muslim, salah satu mahasiswa yang ikut ke lapangan.

"Kami dilarang masuk terlalu dalam di lapangan, karena kami belum dibekali keahlian bencana, serta untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lanjutnya.

Salah satu warga mengatakan, " dampak bencana ini membuat kami trauma, selain harta benda kami hancur dilanda bencana lahar dingin ini, ada juga korban jiwa, luka-luka serta masih ada yang dirawat di rumah sakit. "

"Ketika terjadinya lahar dingin, air masuk sampai ke dalam rumah, pintu rumah kami tutup, bertahan ditengah rumah hingga air surut, setelah itu kami mencari tempat yang aman, sulit bagi kami mencari tempat yang aman karena banyaknya lumpur, lanjut warga lainnya.

Hampir semua elemen masyarakat dan instansi terkait hadir di lokasi bencana, diantaranya : TNI, Polri, dan lainnya.

Donasi Bencana Banjir Bandang Lahar Dingin Kabupaten Agam

Penulis: Qadri Hayatul Muhammad
Editor: Adjurama Gustijah
Sumber:

Bagikan:
Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia
Untuk lima puluh kota lebih baik